Touring Lintas Selatan Jatim – Jateng – DIY

April 30th, 20113:49 pm @

0


Touring Lintas Selatan Jatim – Jateng – DIY

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberi karunia kepada makhluknya sehingga pada kesempatan kali ini Suzuki Two Wheels Reg. Surabaya mengadakan acara Touring lintas selatan Jatim-Jateng-DIY dan sekaligus bersilahturami ke kediaman dari anggota Suzuki Two Wheels Reg. Surabaya.

Hari Pertama. Kamis 21 April 2011.

Anggota berkumpul seperti biasa pada pukul 19.00 WIB, yang bertempat di Sukolilo. Untuk kali ini anggota yang mengikuti acara tersebut berjumlah 9 Member dan 1 boncenger, antara lain : Sucahyo S2W-651, Abimanyu S2W-685, Thomas S2W-711, Emy S2W-727, Eka S2W-729, Fajar S2W-730, Rizal S2W-746 , Rois S2W-773 , Rycho S2W-772 , dan satu boncenger yaitu Pipit.

Rombongan bergerak dari lokasi kumpul menuju tempat tujuan, rute kali ini yaitu : Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Caruban-Ngawi-Sragen-Solo-Jogja-Gunungkidul. Pada kali ini perjalanan sangat padat karene bebarengan dengan Long Weekend, kemacetan terjadi di sepanjang jalan. Tepat pukul 23.00 WIB rombongan memasuki kota mojokerto, jalanan di kota ini mulai bergelombang karena dilewati truck-truck besar dan Bus, suasana berkendara malam ini memerlukan konsentrasi tinggi. Dengan kecepatan 60-80 Km/jam rombongan melewati kota demi kota untuk menaklukan jalanan ini.

Hari Kedua, Jum’at 22 April 2011.

Jum’at dini hari, rombongan memasuki kota Jombang, suasana kota sudah mulai sepi, dan jalanan pun sudah di dominasi oleh kendaraan-kendaraan besar, walaupun sekali-kali bertemu kendaraan roda dua. Tak lama kemudian rombongan sampai di kota Kertosono, di sini para anggota mampir disuah pom bensin untuk mengisi BBM dan beristirahat sejenak. Sekitar 30 menit, rombongan melanjutkan lagi perjalanan, karena jika anggota berlama-lama istirahat, pasti akan tertidur.

Caruban, kota yang menjadi titik bertemunya kendaraan-kendaraan baik yang dari arah Kota Ngawi maupun Kota Madiun. Jarum jam menunjukkan angka 02.30 WIB, dan para anggota perlu beristirahat untuk tidur, di Pom Bensin Caruban rombongan ini berhenti dan memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Pagi hari yang sangat cerah mengikuti rombongan ini. Tepat pukul 06.00 WIB semua anggota telah siap untuk melanjutkan perjalanan, sasaran berikutnya untuk beristirahat dan sholat jum’at yaitu kota Klaten jawa tengah.

Kecepatan tetap mengacu sesuai adrenaline, matahari menyongsong dari arah timur, rombongan memasuki kota Solo pukul 09.30 WIB. Dan kemudian memasuki kota Prambanan pukul 10.15 WIB. Telah di sepakati untuk beristirahat mencari restaurant terdekat dan untuk makan bersama. Pada kali ini ada satu member yang berangkat menyusul, sekalian untuk menunggu, para anggota memesan makanan, untuk sholat jum’at masih nanggung karena masih pukul 10.30 WIB, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan lagi. Pada pukul 11.30 rombongan memasuki kota Prambanan dan mencari masjid yang tepat untuk menunaikan ibadah sholat jum’at, pada kesempatan ini, rombongan telah di jemput satu anggota, karena anggota ini berangkat naik kereta.

Tepat pukul 13.00 WIB. Rombongan mulai bergerak menuju Kota Jogja yang menjadi tempat Transit dan berbelanja oleh-oleh untuk keluarga dirumah. Pada pukul 14.00 WIB rombongan memasuki kota Jogja, akan tetapi tidak langsung ketempat belanja, tapi rombongan mengantar satu anggota untuk mengambil Box motor yang sudah berada di kota ini. Alamat yang kurang jelas mengakibatkan rombongan ini bolak-balik dan mengitari jalanan kota jogja sehingga banyak waktu terbuang. Dan akhirnya rombongan memutuskan untuk behenti lalu menanyakan alamat yang pasti. Dikota ini baru saja berdiri Suzuki Two Wheels Reg. Jogjakarta, yang berjumlah kurang lebih 6 Member, karena bebarengan dengan acara Ulang Tahun Reg. Indramayu, jadi member dari Reg. jogja tinggal 1 member yaitu Bro Maulana dan ada salah satu anggota dari SDC Jogja, Bro Dapit.

Setelah lama mencari alamat, akhirnya ada titik cerah, dua anggota dari rombongan ini langsung sidak menuju tempat lokasi, dan anggota lainnya memutuskan untuk bercengkrama sambil menikmati makanan “Tahu Kupat”, tak lama kemudian dua anggota tiba sambil membawa kardus besar yang berisi Box Motor, dengan tak sabar para anggota langsung memasang di motor. Setelah selesai anggota memutuskan untuk langsung menuju pusat perbelanjaan oleh-oleh yaitu Malioboro, akan tetapi bro Dapit mengajak rombongan ini untuk mampir di kediaman Bunda Ana satu dari anggota STC Jogjakarta, karena kediamannya tak jauh dengan lokasi Malioboro. Disini anggota dimohon untuk beristirahat dan membersihkan diri.

Akhirnya semua sudah bersih dan rapi anggota berjalan menuju lokasi belanja, suasana berbelanja menjadi sebagian dari tempat ini, tawar-menawar barang menjadi salah satu kebudayaan kita. Para anggota berleluasa untuk memilah-milah barang sesuai dengan keinginannya. Waktu menunjukkan pukul 18.00 WIB, dan memutuskan untuk kembali di kediaman Bunda Ana. Karena perjalanan harus segera dilanjutkan menuju Gunung Kidul.

Tak lama kemudian rombongan telah siap untuk melanjutkan lagi akan tetapi ada salah satu anggota menuju Kota Purworejo karena ada urusan keluarga yaitu Bro Sucahyo dan baru esoknya menyusul di kota Wonosari, diawali dengan berpamitan dengan tuan rumah, satu demi satu anggota mulai meninggalkan kota, untuk kali ini jalanan yang harus dilewati sangat menantang, karena harus melewati daerah pegunungan yang terkenal dengan sebutan “Pegunungan Seribu”. Tikungan-tikungan tajam dan tanjakkan menjadi daya tarik tersendiri saat melewatinya, dimana dari ketinggian kita bias melihat kota jogja dimalam hari, gemerlap lampu-lampu kota terlihat sangat memukau dari ketinggian, kurang lebih memerlukan 1 jam untuk sampai di kediaman Bro Fajar.

Suasana dingin menghampiri setiap anggota, cukup lama juga kita berkendara melintasi jalanan ini, sesaat kemudian rombongan memasuki Kota Wonosari. Dan kemudian sampai di kediaman Bro Fajar, Suasana ramah tamah menjadi kebudayaan yang sangat kental orang jogja. Anggota menginap di kediaman Bro Fajar ini, dengan suguhan Teh panas dan jajanan ndeso yang mantapps!!!, para anggota dengan asyik menyantap makanan, dengan bercengkrama sampai larut malam dan akhirnya tertidur pulas.

Hari Ketiga, Sabtu 23 April 2011

Selamat Pagi Duniaaa, . . . . ucap salah anggota, matahari memancarkan sinarnya dan jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WIB, anggota dimohon untuk membersihkan diri dan mempersiapkan kelengkapan untuk melanjutkan perjalanan wisata menuju Tempat Piknik Gunung Kidul, atau biasa dikenal dengan istilah “TEMPIK GUNDUL” jangan Porno reeekkkk. . . . !!!! sebelum memulai wisata, rombongan berpamitan kepada keluarga Bro Fajar dan berterima kasih atas kesediaan untuk menerima kedatangan kami. kemudian sama Bro Fajar mengajak rombongan untuk mampir di rumah Istri bro Fajar yaitu Sist. Shinta, kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah Bro fajar, kurang lebih 30 Menit anggota bercengkrama di rumah Sist Shinta.

Para anggota telah berpamitan dan persiap untuk menlanjutkan perjalanan selanjutnya. Sebelum meninggalkan Kota Wonosari anggota berfoto di gapura selamat datang dan setelah itu melanjutkan lagi. tujuan pertama yaitu Pantai Kukup, untuk kali ini rombongan lagi-lagi harus melewati jalanan yang menegangkan karena kondisinya cukup memacu adrenaline. Pantai Kukup terletak di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul Yogyakarta. Dengan hamparan pasir putih yang merupakan ciri khas pantai-pantai di pesisir selatan pulau jawa, pantai Kukup menyajikan suatu pemandangan yang begitu asri. Hembusan angin pantai yang sepoi-sepoi membuat para pengunjung merasa nyaman berada di sini. Duduk bersantai di karang-karang yang kokoh berdiri menikmati irama debur ombak yang mendamaikan kalbu. Di pantai Kukup ada sebuah karang yang menjorok ke laut terpisah dari daratan dengan jembatan yang terbentang. Jalan mendaki yang sengaja di buat sebagai akses ke karang tersebut semakin memanjakan para pengunjung. Di kiri kanan jalan memasuki pantai kukup berjajar para pedagang yang menawarkan berbagai souvenir khas pantai, makanan-makanan laut dan ada juga biota laut termasuk ikan hias yang dapat dibeli dengan harga yang wajar.

Tujuan kedua yaitu Pantai Krakal, Pantai Krakal merupakan salah satu lokasi wisata pantai yang terletak di desa Ngestirejo, kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul atau sekitar 38 km dari kota Yogyakarta. Pantai ini merupakan pantai terpanjang dibanding pantai lainnya dengan bentangan pasir putih yang landai. Pantai Krakal, bentuk pantainya landai, berpasir putih, terhampar sepanjang lebih dari 5 km. deburan ombak juga tinggi sehingga jika dilihat dengan mata telanjang membuat hati berdebar-debar. Karena cuaca yang sangat panas rombongan tidak berlama-lama disini, kemudian rombongan melanjutkan lagi perjalanan berikutnya.

Tujuan wisata ketiga yaitu Pantai Baron, Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 23km arah selatan kota Wonosari, merupakan pantai pertama yang ditemui dari rangkaian kawasan Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal dan Sundak. Di pantai ini juga terdapat muara sungai bawah tanah yang bisa digunakan untuk pemandian setelah bermain di laut. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati aneka ikan laut segar maupun siap saji, dengan harga terjangkau, termasuk menu khas pantai Baron yaitu Sop Kakap. Pada sisi sebelah timur dapat dicapai melalui jalan setapak yang melingkar terdapat bukit kapur wisatawan bisa beristirahat di gardu pandang, sambil menghirup udara pantai yang menyegarkan. Kurang lebih 10 km kea rah barat dari Pantai Baron terdapat Pantai Parang Racuk dengan bukitnya yang menjulang dan terjal, dengan leluasa dari atas bukit. Pada setiap bulan Syuro tahun Jawa masyarakat nelayan setempat menyelenggarakan Upacara Sedekah Laut yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panenan ikan yang melimpah dan keselamatan mencari ikan di laut.

Seiring dengan keterbatasan waktu. Maka, rombongan memutuskan untuk menuju Kota Pacitan, sebelum melanjutkan, rombongan beristirahat dan makan siang. Langit mulai tampak mendung, dan gelap. Untuk menuju kota tujuan, jalanan yang dilalui sangat ekstrim dimana dengan lebar jalan hanya 5 meter, selain itu kondisi jalan sudah mulai rusak, kali ini rombongan harus memacu adrenaline, karena hujan lebat menghampiri perjalanan ini. Aspal yang licin membuat rombongan harus ekstra hati-hati, karena jika salah memilih jalan, akibatnya bisa celaka, genangan-genangan air mulai menutupi jalan, dan akhirnya tunggangan Bro Cahyo mengalami masalah, setelah melewati genangan air, tiba-tiba mati mendadak, alhasil rombongan berhenti sejenak dan memperbaikinya.

Akhirnya gapura selamat datang Kota Pacitan sudah di depan kita, tak kelupaan kita foto bersama untuk dokumentasi, para anggota sudah bahagia karena sudah senang telah sampai disana, tapi ternyata jarak antara gapura selamat datang dengan kota pacitan masih berjarak 41 Km dan jalannya juga masih ekstrim lagi, dengan basah kuyup anggota beriring-iringan melewati kampung-kampung, bahkan desa yang bertempat di daerah pegunungan ini. Hujan mulai reda, kurang lebih membutuhkan waktu 2 setengah jam dari Gunung Kidul ke Kota Pacitan.

Untuk tujuan kali ini rombongan bersilaturahmi ke kediaman Sist Emy, waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB, sebelum sampai di rumah, rombongan mampir dulu di Pantai Teleng Ria yang berjarak kurang lebih 5 Km dari kediaman Sist emy. Disini para anggota menikmati “Sunset” dan menunggu datangnya malam. Tepat pukul 18.00 WIB rombongan bertolak ke rumah Sist Emy dengan guyuran hujan. Rombongan berduyun-duyun datang, dengan basah kuyup, ucapan selamat datang menjadi sapaan pertama kali oleh keluarga Sist Emy.

Setelah semua beres, para anggota asyik ngobrol dan mencicipi hidangan pelengkap dengan minuman hangat. Setelah semua selesai, rombongan beristirahat untuk tidur. Karena keesokan hari para anggota ingin kembali menikmati suasana Pantai Teleng Ria di pagi hari. Dengan rasa lelah dan habisnya tenaga para anggota dengan pulas tertidur.

Hari Keempat, Minggu 24 April 2011

Tujuan pagi ini yaitu bersiap menuju Pantai demi menikmati suasana “Sunrise”, Pantai Teleng Ria merupakan lautan yang menjorok ke darat atau biasa disebut teluk. Pantainya diapit oleh dua dataran tinggi yang merupakan bagian dari pegunungan kapur Selatan yang membujur dari Gunung Kidul ke Trenggalek, menghadap Samudera Indonesia. Kendati pantai ini disinari matahari yang terik, namun udaranya masih terasa sejuk layaknya hembusan angin pegunungan. Pantai Teleng Ria berada di Kabupaten Pacitan, sekitar 3 Km dari pusat kota. Hanya butuh waktu 10 menit mencapai Pantai Teleng Ria dari Alun-alun kota. Kabupaten Pacitan terletak di Pantai Selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah, sehingga untuk mencapai Pantai Teleng Ria akan lebih cepat jika melalui Yogyakarta. Setelah semua puas dan lelah, rombongan ini bertolak dari Pantai Teleng Ria dan kembali ke kediaman Sist Emy.

Persiapan-persiapan sudah di mulai, dan pada pukul 10.00 WIB rombongan bertolak dari kediaman, rombongan berpamitan kepada keluarga Sist Emy dan berterima kasih atas kesediaan untuk menerima kedatangan kami. Tak lama kemudian anggota meninggalkan Kota Pacitan, untuk kembali ke kota asal, rombongan harus melewati Kota Ponorogo-Madiun-Caruban-Nganjuk-Kertosono-Jombang-Mojokerto-Surabaya. Untuk sampai di Kota Ponorogo rombongan membutuhkan sekitar 2 jam perjalanan, karena jalanan masih dengan tanjakan dan tikungan yang sangat ekstrim. Suasana pegunungan yang mempesona, sehingga sebentar-sebentar berhenti untuk berfoto bersama.

Setelah 2 jam perjalanan, rombongan memasuki kota Ponorogo, dan dilanjutkan lagi, kemudian memasuki Kota Madiun, disini rombongan diguyur hujan yang sangat lebat, dan jalanan sangat padat karena bebarengan juga dengan arus balik, tak sedikit kemacetan-kemacetan terjadi. Rombongan memasuki Kota Nganjuk, Setelah itu Kota Kertosono, dan Jombang. Disini terjadi kemacetan yang panjang. Sehingga perjalanan sedikit terganggu. Tak lama kemudian rombongan memasuki Kota Mojokerto, dan terjadi juga kemacetan-kemacetan.

Dan tepat pukul 19.00 rombongan telah sampai di Kota Surabaya, sebelum pulang ke kediaman masing-masing para anggota memutuskan untuk makan bersama di daerah Ketintang. Setelah semua selesai para anggota bertolak ke kediamannya. Demikianlah sedikit pengalaman dari kami, terima kasih buat anggota Keluarga Suzuki Two Wheels reg. Surabaya, atas segala partisipasi saudara. Sampai jumpa di acara berikutnya.

Thank’s To : (Bro Maulana S2W Jogjakarta), (Bro Dapit SDC Jogjakarta), (Bunda Ana STC Jogjakarta), (Keluarga Bro Fajar dan Sist Shinta Gunungkidul), dan (Keluarga Sist Emy Pacitan), atas segala kebaikan yang anda berikan kepada kami. Dan mohon maaf jika ada sesuatu yang kurang berkenan di hati anda semua.

Regards

Thomas S2W-711

Reg.Surabaya

DOKUMENTASI:
https://picasaweb.google.com/117746206369376235287/TouringLintasPesisirSelatanJatimJateng

Share