Report: Touring Lumajang (Piket Nol)

January 6th, 201012:57 am @

3


Report: Touring Lumajang (Piket Nol)

Piket Nol merupakan puncak tertinggi di jalan jurusan Lumajang – Malang melewati jalur selatan dengan melewati daerah pegunungan di lereng selatan Gunung Semeru, jalan yang berkelok-kelok menembus kelebatan hutan tropis yang masih alami dapat kita jumpai jika melewati jalan ini. Dari puncak, kita dapat menikmati pemandangan pantai selatan, Puncak Mahameru dan Kota Lumajang. Piket Nol sendiri secara geografis berada di jalan lintas selatan Jawa Timur antara Lumajang – Malang, sekitar 30 kilometer sebelah barat Kota Lumajang.

Piket Nol

Piket Nol

Menurut masyarakat sekitar, tempat itu dinamakan Piket Nol karena pada zaman penjajahan Belanda, ada pos pemeriksaan kendaraan pengangkut hasil bumi dan hutan di tempat itu. Muatan kendaraan diperiksa dan ditarik retribusi. Namun, setiap kali ada pemeriksaan oleh pejabat Pemerintah Belanda, petugas piket jaga di pos itu tidak pernah ada. Maka, muncul sebutan Piket Nol. Di sebuah puncak bukit, terdapat titik tertinggi di jalur jalan ini yang dinamakan Piket Nol. Di sana ada sejumlah pondok bambu untuk beristirahat. Dari hutan wisata di atas bukit ini, tersaji pemandangan bentang alam kawasan Pantai Selatan dan Puncak Mahameru yang gagah di utara.

Berangkat pada Malam Natal Jumat tanggal 25 Desember 2009 pukul 03.00 dini hari, Team Suzuki 2 Wheels Surabaya (Team S2W red) yang beranggotakan Cahyo, Abim, Gleam, Damar, Thomas, Mad Helosh, Ani dan Mas Abi, Fajar Vandessi beserta istri, Ferry dan Mbak Tri, Ferdi dan Harry berkumpul di Dunkin Donuts Jl. Ahmad Yani Surabaya. Dengan mengendarai 9 sepeda motor, Team S2W bergerak meninggalkan Kota Pahlawan Surabaya menuju arah Kota Sidoarjo dan sekitar 45 menit perjalanan Team S2W telah sampai di Jalan Raya Porong yang berbatasan langsung dengan tepi Tanggul Danau Lumpur Raksasa Lapindo, perjalanan-pun dilanjutkan dengan menyusuri Jalan Raya Porong yang membentang sepanjang Tanggul Danau Lumpur, sampai pada akhirnya laju sepeda motor terhenti akibat kepadatan aktivitas Pasar Porong di pagi hari. Setelah melewati kepadatan lalu lintas Pasar Porong, Team S2W memacu sepeda motor ke arah selatan dan melintasi Jembatan Kali Porong dan belok kiri ke arah timur menuju kota Pasuruan. Dan tepatnya di viaduk Gempol, nampak seorang Skywaver yang telah menunggu kedatangan Team S2W. Bro Eka namanya, dari SOC (Skywave Owner Club Surabaya) yang berkeinginan untuk turut bergabung touring bersama S2W Surabaya kali ini.

Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri Jalan Raya Gempol menuju Kota Pasuruan, udara pagi yang segar dan tidak adanya kepadatan lalu lintas kendaraan membuat perjalanan terasa menyenangkan. Tidak kurang dari 30 menit Team S2W telah sampai di Kota Bangil Pasuruan, sepeda motor terus dipacu ke arah timur kota. Kurang lebih 10 menit perjalanan, Team S2W telah keluar dari Kota Bangil dan sampai di Jalan Raya Raci Pasuruan. Di Jalan Raya Raci Pasuruan ini badan jalannya sangat lebar ditambah lampu penerangan jalan yang cukup memadai, jalan ini merupakan jalan propinsi yang menghubungkan Surabaya dengan kota – kota lain di Jawa Timur Bagian Timur.

Melintasi Jalan Raya Raci Pasuruan selama kurang lebih 15 Menit, Team S2W sampai di Daerah Kraton yang merupakan Pintu Masuk Kota Pasuruan. Disana Bro Lukman sudah menunggu dari semalam….katanya! hehehehe piss bro…Sepeda motor pun diarahkan ke Masjid Pondok Pesantren yang lokasinya tidak jauh dari daerah Kraton untuk menunaikan Sholat Subuh.

Setelah selesai Sholat Shubuh berjamaah, perjalanan pun dilanjutkan ke arah timur menuju Kota Pasuruan. Melintasi kota Pasuruan di pagi hari yang masih sunyi dan sepi, dikarenakan volume kendaraan masih belum terlalu padat. Terus menuju ke arah timur Kota Pasuruan, perjalananpun dilanjutkan melewati areal persawahan, pondok pesantren dan pabrik – pabrik yang banyak ditemukan di jalan raya Pasuruan Probolinggo. Setelah kurang lebih selama 2 jam perjalanan, akhirnya Team S2W sampai di Kota Probolinggo dan perut sudah mulai terasa keroncongan minta sarapan.

Di Kota Probolinggo

Di Kota Probolinggo

Walhasil sarapan pun terpaksa ditunda, karena Team S2W rencananya mau mencicipi rawon empal enak di daerah Ranuyoso Lumajang (info dari Cak Mad Helosh). Team S2W pun segera tancap gas menuju arah Lumajang yang jaraknya sekitar 40 Km arah Selatan Kota Probolinggo. Perjalanan menuju Lumajang cukup menarik, selain hamparan pemandangan sawah yang cukup bagus seperti permadani hijau, nampak juga deretan perbukitan dan pegunungan Bromo Tengger Semeru dikejauhan dan yang lebih penting lagi cuaca cerah dan suhu udara sangat sejuk. Beberapa kali rombongan Team S2W terhenti karena adanya Pasar Pagi Dadakan (Pasar Tradisional) di Jalan Raya Probolinggo – Lumajang (hehehehe demen banget transaksi di jalan raya)… Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan akhirnya Team S2W sampai di daerah Ranuyoso yang merupakan Pusat Penjualan Pisang Tanduk Khas Lumajang. Daerah Ranuyoso sebenarnya adalah daerah perbukitan yang kaya akan sayur mayur dan buah – buahan. Sepanjang jalan di daerah Ranuyoso penuh dengan penjual sayuran, buah – buahan dan hasil bumi lainnya. Akhirnya sampai juga kita di Warung Rawon Empal Ranuyoso, sarapan pagi Rawon Empal sambil melepas lelah setelah kurang lebih 4 jam riding. Menikmati sedapnya Rawon dengan empal bumbu plus kopi panas…hmmm nikmat banget!!

Sehabis sarapan, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Lumajang. Team S2W rencananya akan disambut SMC Lumajang (Suzuki Motorcycle Club) di Pom Bensin pertama sebelum masuk kota Lumajang setelah sebelumnya sempat bertemu dengan rombongan KOSTER Jakarta yang baru pulang dari Lombok di pertigaan Lumajang – Jember. Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan dari Ranuyoso akhirnya sampai juga di Kota Lumajang, dan mencari Pom Bensin sebagai lokasi penjemputan. Nah ketemu juga Pom Bensin paling besar di Kota Lumajang…take a rest dulu sambil santai santai menunggu jemputan. Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, datang juga Sista Sulis dan Bro Nanang dari SMC Lumajang. Team S2W pun diundang untuk mampir ke Basecamp SMC Lumajang (tempat Bro Doni). Perjalanan memasuki kota Lumajang sekitar Pukul 09.15 dan kurang lebih 15 menit perjalanan, akhirnya Team S2W tiba di Basecamp SMC Lumajang. (Wah..ternyata kami benar – benar disambut dengan penuh kehangatan dan kami benar – benar dijamu oleh SMC Lumajang. Terimakasih Bro & Sist semoga Allah Swt membalas seluruh kebaikan – kebaikan anda semua…dan kami tunggu kehadirannya di Surabaya).

Dengan ditemani rekan2 dari SMC Lumajang, perjalanan dilanjutkan menuju obyek wisata Selokambang yang merupakan obyek wisata pemandian alam di Kota Lumajang. Bersepeda motor menuju arah Senduro dengan melewati area persawahan, perkampungan penduduk dan perkebunan sayur sangat menyegarkan. Udara dingin mulai terasa karena kita telah berada di daerah pegunungan, tampak dikejauhan gugusan bukit bukit dan lereng pegunungan Semeru terlihat hijau. Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan samapailah Team S2W di obyek pemandian wisata Selokambang….tanpa babibu lagi…langsung nyemplung ke danau buat ngerendem pusaka…hahahaha. Banyak sekali permainan air di Selokambang ini, mulai dari Kolam Berenang, Sepeda Air, Kano dan Fasilitas Memancing. Di Selokambang ini sumber air berasal dari mata air asli pegunungan yang bersumber dari mata air yang memancar dibawah 2 buah pohon beringin besar yang lokasinya di sebelah barat Kolam. Air di Selokambang ini sangat sejuk dan segar dan diyakini dapat menyembuhkan segala macam penyakit.

Bersama SMC Lumajang dan Pak Agus S2W Paiton bersama Gaspol

Bersama SMC Lumajang dan Pak Agus S2W Paiton bersama Gaspol

Setelah puas bermain main di Selokambang, Team S2W segera bergegas menuju parkiran Sepeda Motor karena ditunggu Pakdhe Agus dari S2W Paiton di Tempat Parkir dan ngejar waktu buat Sholat Jumat. Setelah ketemuan dengan Pakdhe Agus S2W Paiton, perjalananpun dilanjutkan menuju Masjid terdekat untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat dan break sejenak. Sementara itu, Pakdhe Agus dan rekan2-nya langsung melanjutkan perjalanan ke Bromo, begitupun dengan rekan2 dari SMC Lumajang yang juga undur diri dikarenakan akan ada hajatan di rumah salah satu anggotanya. Rencananya perjalanan menuju Homestay yang terletak di Kecamatan Candipuro Lumajang akan ditempuh setelah Sholat Jumat dan perkiraan jarak tempuhnya sekitar 20 km dengan prediksi 30 menit perjalanan.

Perjalanan menuju Candipuro dilanjutkan dengan melintasi jalanan aspal yang menanjak dan sesekali menurun serta melewati perkampungan penduduk dan kebun sayur. Pemandangan selama perjalanan cukup indah, kita bisa melihat hamparan kebun sayur dan perbukitan di arah utara dengan hutan pinusnya. Sesekali kita menyeberang jembatan dengan jurang yang sangat curam dan terlihat kelokan anak sungai di kejauhan. Benar – benar pemandangan yang sangat sukit dilukiskan keindahannya. Setelah kurang lebih riding selama 30 menit akhirnya sampai juga kita di Homestay Candipuro. Rencananya Team S2W akan berisitirahat semalam, dan keesokan harinya perjalanan akan dilanjutkan menuju Malang melalui Piket Nol pada pukul 02.00 dini hari.

Jembatan Kali Kobokan

Jembatan Kali Kobokan

Tanggal 26 Desember 2009, Pukul 04.00 setelah Sholat Subuh perjalanan dilanjutkan menuju Piket Nol, melintasi jalanan menanjak dan menembus lebatnya hutan tropis lereng Selatan Semeru dengan kondisi jalan yang basah berkelok-kelok serta menembus tebalnya kabut semeru di pagi hari menjadikan acara riding hari ini penuh dengan sensasi dan tantangan tersendiri. Ditambah lagi jalan yang sempit, sebelah selatan tebing dan sebelah utara jurang yang menganga benar benar meningkatkan adrenalin Team S2W. Jalan yang cukup licin sisa hujan semalam membuat Team S2W harus riding ekstra hati hati, karena begitu lengah sedikit maka kecelakaan fatal akan sangat mungkin terjadi. Kurang lebih 15-20 menit riding, Team S2W telah sampai di Jembatan Kali Kobokan yang terkenal itu. Break sekitar 30 menit sambil menikmati pemandangan bentang alam sungai lahar yang berkelok kelok tepat dibawah Jembatan Kali Kobokan. Alur sungai yang lebar dan dalam ini dilintasi Jembatan Kali Kobokan, yang lebih dikenal dengan nama Jembatan Gladak Perak oleh warga sekitar. Ada dua jembatan di sana, satu buatan Belanda yang sudah tidak digunakan lagi dan satu jembatan beton sepanjang 130 meter yang dibangun Pemerintah Indonesia pada tahun 2001.

Menurut mitos yang dipercaya masyarakat setempat, fondasi jembatan lama dibangun dengan tumbal gelang perak milik seorang penari ledek cantik sebagai penolak bala. Dari situlah muncul sebutan Gladak Perak atau Jembatan Perak. Dari arah Lumajang, di sisi kiri jalan terhampar pemandangan lembah sungai hingga laut selatan. Di sepanjang perjalanan, ada 15 pondok bambu yang menjajakan makanan dan minuman. Di sebuah puncak bukit, titik tertinggi di jalur jalan ini, terdapat tempat yang dinamakan Piket Nol. Di sana ada sejumlah pondok bambu untuk beristirahat. Dari hutan wisata di atas bukit ini, tersaji pemandangan bentang alam kawasan pantai di selatan dan puncak Semeru yang gagah di utara.

Trek menuju Malang

Trek menuju Malang

Setelah cukup beristirahat, perjalanan dilanjutkan menuruni perbukitan. Dibutuhkan waktu tiga jam untuk mencapai Malang dan sekitar dua jam menuju Lumajang. Sebaiknya berhati-hati melewati jalur ini karena banyak kelokan tajam. Stasiun pengisian bahan bakar hanya bisa ditemukan di Lumajang dan Pronojiwo, sekitar 9,5 kilometer arah barat Piket Nol. Team S2W pun bertolak menuju Kota Malang dengan menyusuri jalanan aspal basah bekas hujan semalam. Rombongan sepeda motor Team S2W mulai beranjak menuruni areal perbukitan dan menyibak kabut pagi Semeru, menuruni jalanan berkelok – kelok di daerah Pronojiwo menambah sensasi sendiri dalam riding. Bergerak terus melewati Ampeldento, Tirtoyudo dan perbatasan kota Lumajang – Malang, akhirnya Team S2W tiba di Dampit setelah kurang lebih menempuh 2 jam perjalanan dari Piket Nol. Sarapan pagi di Dampit, sembari mengaso sejenak dan take photo bersama. Setelah kurang lebih 30 menit break, perjalananpun dilanjutkan menuju Wisata Rohani Masjid Seribu Pintu Di Wajak Malang. Kurang lebih 30 menit Team S2W sampai di pintu masuk Masjid Seribu Pintu. Kami pun berwisata di Masjid Seribu Pintu sambil menikmati keindahan – keindahan arsitektur masjid yang konon gabungan antara arsitektur China dan Arab, bahkan anda akan terkagum – kagum karena ada beberapa bagian masjid yang arsitekturnya mirip dengan candi – candi di Thailand.

Ponpes Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah atau lebih dikenal dengan nama "Masjid Tiban/Masjid Seribu Pintu"

Ponpes Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah atau lebih dikenal dengan nama "Masjid Tiban/Masjid Seribu Pintu"

Setelah kurang lebih 1 jam berwisata di Masjid Seribu Pintu, Team S2W dijemput Bro Agung dari TC (Thunder Club) Malang digerbang masjid, dan kamipun dijamu di Warkop belakang Stadion Dampit untuk bersilaturahmi dan berkenalan lebih dekat dengan Bro Agung dan rekan2 dari TC Malang. Selepas beramah tamah dengan brother2 dari TC Malang, perjalananpun dilanjutkan menuju Kota Malang. Based information dari Bro Agung, ada tambahan satu orang personel masuk rombongan yaitu Bro Wahyu dari TC Surabaya yang hendak bareng Team S2W untuk pulang ke Surabaya. Kamipun menyanggupi dan sepakat untuk menunggu Bro Wahyu di Terminal Gadang Malang. Setelah kurang lebih 1 jam menunggu, Bro Wahyu akhirnya nongol dan kamipun pulang bersama menuju Kota Surabaya. Sepanjang perjalanan dari Malang ke Surabaya kami ditemani oleh cuaca yang tidak bersahabat alias hujan deras, sampai masuk Pandaan hujanpun tetap tidak berhenti malah di Bundaran Gempol Lama hujan semakin deras ditambah dengan angin kencang. Alhamdulillah pukul 15.00 Team S2W beserta rombongan tiba di Surabaya dengan selamat, sehat dan tidak kurang suatu apapun.

Dalam kesempatan ini tak lupa kami dari Suzuki 2 Wheels (S2W) Region Surabaya mengucapkan terimakasih kepada Cak Mad Helosh (S2W 710) atas support homestaynya…nyaman lek, Suzuki Motorcycle Club (SMC) Lumajang, Pak Agus S2W Paiton bersama rekan2-nya dari GASPOL, Thunder Club (TC) Malang. Terima kasih atas segala support dan “brotherhood soul” nya. And…Lets Keep Our Relationship Continue……

DOKUMENTASI:
http://picasaweb.google.com/s2wsurabaya/TouringLumajang

Share