-: Journey The Fearless :- Menyusuri Kebun teh Kemuning, Candi Sukuh dan Candi Ceto Karanganyar Jawa Tengah

April 24th, 201411:38 am @

8


Group Riding

Setelah hampir 6 bulan tanpa agenda untuk melakukan perjalan dikarenakan cuaca dan kesibuka para anggota, akhirnya tercetuslah sebuah ide perjalan menuju “Candi Cetho” dan “Candi Sukuh” di Kab. Karanganyar, Prop. Jawa Tengah. Ide tersebut muncul saat kopdar bertiga di Angkringan Begog sembari menunggu teman-teman yang lain, 2 jam berlalu kopi pun hampir tersisa ampasnya saja teman-teman tak kunjung datang. Akhirnya disepakati untuk melakukan perjalan menuju “Candi Cetho” dan “Candi Sukuh” tersebut bertiga saja pada hari sabtu 19 – 20 april 2014.

Berbekal informasi seadanya Perjalanan dimulai tanggal 19 April 2014 pukul 07.30 WIB tikum di Warkop Cak Gun, personil kali ini hanya 3 orang saja yaitu Bro Rois Leiva S2W 773, Bro Alhabsy Bagoes S2W 800 dan Komandan Pelor (ups keceplosan) a.k.a Jarot Uya S2W 811 melalui jalur Mojokerto – jombang – Nganjuk – Mandiun – Magetan via Sarangan – Tawangmangu. Dengan Kecepatan Rata2 80Kpj sampailah kami di Magetan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak sembari beribadah sholat dzuhur sebelum menahlukkan jalanan menuju tawangmangu yang berkelok2 dan menanjak. setelah puas menikmati tanjakan dan tikungan yang menguras konsentrasi kami putuskan untuk berhenti lagi sejenak untuk mendinginkan mesin motor kami dan menenggak secangkir kopi disekitar loket Wisata Tawangmangu.

Pukul 15.00 WIB kami melanjutkan perjalan setelah mengorek2 informasi dari GPS (Guide Penduduk Setempat) bahwa rute menuju candi cetho memerlukan waktu 30 menit saja dari tempat kami beristirahat. Beberapa menit kemudian terlihatlah Gapura pintu masuk Kawasan Wisata Candi Cetho dan Sukuh, dengan kecepatan 60-70Kpj kami menikmati track mulus sedikit lubang dikanan kiri jalan dan lagi2 kami disuguhkan Track tanjakan serta turunan yang berkelok2, setelah nikmati track tersebut sampai bosan kami pun belum menemukan loket pintu masuk Candi Cetho yg kami tujuh, kami pun menepi untuk menggunakan GPS (Guide Penduduk Setempat ) lagi agar kami sampai ke TKP.

Setelah Bertanya2 sebentar perjalanan kami teruskan, dari informasi yang kami terima Lokasi candi tidak terlalu jauh hanya beberapa menit saja dari tempat kami bertanya, dengan penuh semangat dan penasaran akan rupa candi cetho akhirnya kami menemukan loket menuju komplek candi cetho tersebut tepat pukul 16.00 WIB.
Hal menyenangkan dari Candi Ceto adalah dalam perjalanannya. Untuk menju candi ini, kita akan melewati kebun teh Kemuning yang berbukit – bukit dan seluruhnya di selimuti oleh warna hijau dari tanaman teh. Tak heran, walau jalanannya agak rusak dan penuh tanjakan terjal, banyak remaja yang betah nongkrong berlama – lama disini.

Setelah puas berkeliling menikmati isi didalam candi, tak terasa matahari pun mulai tenggelam haripun mulai gelap kami pun memutuskan untuk mencari penginapan dibawah lokasi candi. Ada banyak penginapan disini, dan kebanyakan terpusat di bawah pintu masuk menuju Candi Ceto. Jangan lupa pilih yang berfasilitas air panas dan bawa jaket yang tebal, karena udara disini benar – benar dingin.

Pagi menjelang, kamipun melakukan persiapan untuk melanjutkan perjalanan dengan tujuan candi sukuh. Setelah bertanya pada pemilik penginapan, ternyata lokasi candi sukuh terletak sebelum kebun the kemuning. Jadi kita harus kembali lagi dari rute yang telah dilalui kemarin sewaktu menuju candi ceto. Tepat pada pukul 07.30 kamipun berangkat menuju candi sukuh, dengan menyusuri track yang menurun tajam dan disuguhi pemandangan pagi pegunungan yang begitu sejuk dan asri. Kemudian melewati hamparan kebun teh kemuning yang luas, hingga sampailah kami pada jalur menuju candi sukuh dengan disambut track yang dominan dengan tanjakan yang amat panjang.

Candi Sukuh

Candi Sukuh sendiri berada di lereng barat Gunung lawu, tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Berada pada ketinggian ± 910 mdpl, Candi Sukuh pertama kali ditemukan oleh Johnson, Residen Surakarta pada tahun 1815 dalam keadaan runtuh. Selanjutnya, Candi Sukuh diteliti oleh Van der Vlis (1842), Hoepermans (1864-1867), Verbeek (1889), Knebel dan WF. Stutterheim (1910).

Sekiranya puas berkeliling kamipun istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan, setelah dirasa cukup maka kamipun melanjutkan perjalanan dengan tujuan sarapan dulu lah… karena mungkin kepagian waktui menuju candi sukuh tersebut. pada kesempatan kali ini, waktu yang tepat untuk menanyakan rute yang akan kita lalui pada penduduk sekitar, dimana tujuan awal rute menuju Surabaya memang sengaja tidak melaui jalur tawangmangu seperti waktu rute keberangkatan.

Setelah mamperoleh informasi dari obrolan tersebut dan sarapan sudah selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju Surabaya dengan rute melewati kebun teh Kemuning yang berbukit – bukit  – Sine – Maospati Madiun – Surabaya. Perjalanan dengan bekal rute tersebut sangatlah menyenangkan, dimana kita akan disuguhi dengan track tanjakan dan turunan yang bervariasi dengan kondisi jalan yang mulus, dengan disambut sebagian kondisi jalanan yang rusak. Karena minimnya pengetahuan kami bertiga tentang rute yang dilewati maka kami pun menepi untuk menggunakan GPS (Guide Penduduk Setempat ) lagi agar kami sampai ke Surabaya.

Terima kasih atas doa rekan-rekan semua atas terlaksananya perjalanan kali ini dengan lancar, aman dan terkendali.
Terlalu menakjubkan untuk dilukiskan dengan gambar ataupun kata2….
Sebelum melihatnyaa secara langsung.That’s Fact….!

Kombinasi Track yang lengkap untuk Riding (mau tanjakan-turunan semua ada)…

Apakah semua ini layak dilakukan?
Monggo, Toreh, Nikmati Hasil dari perjalanan ini…
Dokumentasi photo lebih banyak, bisa diakses disini > Belum diaplot

Bonus Picture -:[akurapopo]:-

-[ ZERO ACCIDENT – Banyak Salah Jalur Doang ]-
From Cyber To Brother
S2W 773 – Rois Leiva
S2W 800 – Bagus Alhabsy
S2W 811 – Jarot Uya

Share