Long Way Run To Meru Betiri National Park

January 21st, 201311:52 am @

5


Long Way Run To Meru Betiri National Park

Team Touring

Heading

 Taman Nasional Meru Betiri merupakan salah satu taman nasional yang paling mengesankan di Pulau Jawa dengan ekosistem mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah. Meru Betiri merupakan sebuah gugusan hutan tropis dengan sungai sungai spektakuler yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati dan satwa liar yang membentang antara Kabupaten Jember Bagian Selatan dan Kabupaten Banyuwangi.

Taman Nasional Meru Betiri terletak di regional Jawa Timur bagian selatan pada koordinat geografis 8°21’ – 8°34’ LS, 113°37’ – 113°58’ BT, dengan ketinggian 900 – 1.223 mdpl dan curah hujan rata-rata 2.300 mm/tahun, ditunjuk sebagai Taman Nasional sejak tahun 1982 oleh Menteri Pertanian dengan luas wilayahnya sekitar 58.000 ha dengan nama diambil dari nama gunung tertinggi di kawasan ini yaitu Gunung Betiri (1.223m).

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri secara administrasi pemerintahan terletak di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Taman nasional ini terdiri dari 4 zona yaitu,  zona rimba seluas 22.622 Ha, zona pemanfaatan intensif seluas 1.285 Ha, zona rehabilitasi seluas 4.023 Ha, dan zona pemanfaatan khusus seluas 2.155 Ha.

Di bagian luar, Taman Nasional Meru Betiri ini dipenuhi dengan perkebunan karet dengan topografi berbukit-bukit berikut tebing yang curam. Sedangkan di Kawasan Taman Nasional Meru Betiri bagian utara dan tengah merupakan hutan hujan tropika yang selalu hijau dan masih alami, sedangkan di bagian lainnya termasuk hutan dengan musim kering.

Sebagai Taman Nasional yang berfungsi sebagai Pot Bunga Raksasa tempat tumbuhnya berbagai tanaman langka seperti bunga raflesia dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, bungur, pulai, bendo, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan. Dan apabila anda beruntung, anda dapat menyaksikan tingkah laku satwa liar yang eksotis seperti kumbang hitam, kura-kura, macan tutul, banteng, kera ekor panjang, ajag, kucing hutan, rusa, bajing terbang ekor merah, merak, penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu ridel atau lekang.

Jalan Akses Ke Taman Nasional Merubetiri

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui dua jalur :

Jalur melalui Jember :

Jember – Ambulu – Curahnongko – Pantai Bandealit sepanjang 64 Km dari arah Jember, dapat ditempuh selama 4 jam.

Jalur melalui Banyuwangi:

Surabaya-Banyuwangi-Jajag dengan waktu 6 jam (342 km), Jajag – Sarongan – Sukamade dengan waktu kurang lebih 3 – 4 jam (60 km).

Event Touring “Long Way Run @ Meru Betiri National Park” awalnya digagas oleh beberapa anggota Prides Chapter Sidoarjo a.k.a Peterson (Om Yogi dan Cak Hadi Chamad) dengan mengajak beberapa anggota Suzuki 2 Wheels Region Surabaya. Berdasarkan hasil keputusan musyawarah hari Sabtu, 22 Desember 2012 saat Kopdar Peterson di Semak – Semak Sidoarjo disepakati bahwa Event Touring tersebut akan dilaksanakan pada Hari Jumat, 28 Desember 2012 dengan jam keberangkatan pada pukul 20.00 di Desa Kali Tengah sebagai Titik Kumpul Keberangkatan (Rumah om Edy Doang).

Team Prides Chapter Sidoarjo a.k.a Peterson diwakili oleh Yogi, Biems dan Edy Doang sedangkan Team Suzuki 2 Wheels Region Surabaya diwakili oleh Rois Leiva, Alhabsy Bagus, Jarot Uya dan Willy. Eh ternyata ada tambahan lagi peserta yang tidak terduga…Kechap Pawang (Prides Chapter Banyuwangi) Ary Pibo Yuardiwanta berkenan untuk ikutan juga dan bersedia menjadi Road Captain untuk Event Touring ini.

Setelah lengkap semuanya berkumpul, Team memutuskan berangkat pada pukul 22.00 dengan kecepatan yang sedang sedang saja menuju Kota Probolinggo sebagai Rest Point 1. Di sebuah Warung Kopi disamping Pom Bensin dekat Terminal, sebuah Warkop 24 Jam – langganan Om Yogi bila pulang ke Jember. Hmm secangkir kopi hangat dan mantap menemani perjalanan sampai mata melek saat riding hingga dini hari.

 J.E.N.G.G.A.W.A.H

Setelah kurang lebih satu jam ngopi bareng, perjalananpun langsung dilanjutkan menuju Kota Jember. Alhamdulillah, perjalananpun lancar – lancar saja tidak banyak hambatan yang berarti, pas kebetulan pada hari Jumat malam itu tidak banyak kendaraan kendaraan besar ataupun kecil yang berlalu lalang. Tepat pada pukul 02.00 dini hari kamipun tiba di Kecamatan Jenggawah – Jember, dan memutuskan untuk menginap di rumah orang tua Om Yogi dan baru pada keesokan harinya perjalanan akan dilanjutkan menuju Banyuwangi.

Sabtu pagi yang cerah, Langit di Kota Kecamatan Jenggawah Nampak berwarna biru cerah dihiasi awan awan tipis. Hmm… nampaknya tidak akan ada hujan sampai nanti malam. #pikirku dalam hati

G.U.N.U.N.G – K.U.M.I.T.I.R

Perjalanan dilanjutkan menuju arah Kota Jember, setelah sampai di alun alun kota Jember dan pusat kota, Team bergerak kearah timur menuju Kecamatan Pakusari – Jember dan setelah kurang lebih 1 jam riding akhirnya Team sampai di Kecamatan Garahan. Kecamatan Garahan merupakan perbatasan antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, dan di kecamatan ini merupakan jalan pintu masuk dari arah Jember sebelum memasuki kawasan Gunung Kumitir. Di kawasan ini nampak berjajar kedai kedai yang menawarkan kehangatan…kehangatan kopi maksudnya dan makanan khas “Pecel Pincuk Garahan” serta aneka kuliner khas Jember dan Banyuwangi dibalut dengan panorama pemandangan hutan pinus di kanan kiri kedai.

Perjalanan melintas Gunung Kumitir memang perjalanan yang luar biasa, pengalaman riding yang sangat mengesankan ; jalanan mulus meliuk liuk seakan akan merayapi sekujur badan gunung. Disebelah kiri tebing alam Gunung Kumitir dan di sebelah kanan kita jurang dalam. Namun nampak pula pemandangan bentang alam pegunungan dan lembah nan indah yang terdapat disekitar Gunung Kumitir, dan dapat anda nikmati selama perjalanan. Di setiap kelokan ada petugas pam swakarsa yang menyapa anda dengan ramah, memberikan tanda bahwa ada kendaran yang berlawanan dengan posisi anda sekarang, dan bolehlah kita memberikan simpati kepada mereka dengan sedikit uang saku kita. Trek lurus dan berkelok lagi, lurus lagi 100 meter eh berkelok lagi, lurus lagi 50 meter – berkelok lagi dan memutar ; seperti itu berulang ulang sehingga sangat recommended untuk penggemar cornering xixixixixixixi…

Dan jangan lupa mampirlah di Gumitir Café yang terletak tepat dipuncak Gunung Kumitir, untuk sekedar menikmati secangkir kopi murni dan teh asli petik sendiri atau hanya sekedar istirahat untuk melepas lelah. Menikmati sajian kopi dan teh asli dengan ditemani aneka jajanan ndeso, sambil menikmati keindahan panorama kebon kopi yang luas dan dikelilingi perbukitan dan lembah yang indah….Owhhh bener bener hidup yang indah apalagi dinikmati bareng keluarga dan teman teman…

Setelah kurang lebih 1 – 2 jam perjalanan dari Kota Jember, sampailah Team di Kota Kecamatan Genteng Banyuwangi. Melewati lampu merah pertama berbelok ke kanan dan lurus terus ke arah timur untuk kemudian berbelok kearah  selatan mengikuti aliran sungai menuju Kecamatan Pesanggaran.

MENUJU DESA SARONGAN (PINTU MASUK TN MERU BETIRI)

Dari Kota Kecamatan Pesanggaran menuju Desa Sarongan, Team melalui jalan desa dengan aspal yang terkelupas disana sini dengan lubang jalan yang hampir merata di sekujur badan jalan sehingga sangat tidak memungkinkan untuk narik gass guna mempersingkat waktu perjalanan. Namun pemandangan alam, sawah dan ladang dengan background pegunungan mampu menghapus rasa lelah kami. Menjelang memasuki Desa Sarongan udara pegunungan mulai terasa dan terasa sejuk menampar muka muka yang lelah, namun kebahagiaan tidak berlangsung lama karena sang hujan pun turun dengan derasnya. Pemandangan kebun kopi yang terhampar luas sejauh mata memandang di sepanjang perjalan seakan menambah kesejukan dan keasrian suasana desa.

Hmmm wangi cemara yang sangat menyegarkan menjelang memasuki hutan pinus mampu menghilangkan rasa kantuk dan lelah yang telah mendera kami, tiba tiba Road Captain bergerak mengikuti jalan tanah memotong jalan hutan pinus dan sampai di pinggiran sungai…..Road Captainpun beseru, “Waktunya mandi sobat!!!! Kita menyeberang sungai……”

Sungai pertama berhasil diseberangi dengan sempurna dan tidak ada trouble, perjalananpun dilanjutkan dengan menyusuri jalan makadam desa menuju Desa Sarongan dan tiba di Pantai Rajekwesi. Busyeettt hujan semakin lama semakin menggila disertai kabut tebal  terus mengiringi perjalanan kami, dengan susah payah kami mengendalikan kendaraan mengingat jalur yang dilalui adalah jalur air dan air pun meluncur deras namun pasti dari tebing tebing gunung ke jalan makadam yang kami lalui. Tidak berapa lama kami pun tiba di Desa Sarongan, terus menuju selatan mengikuti jalan makadam desa menuju arah Pantai Rajek Wesi. Sekitar setengah jam perjalanan, kami pun tiba di Pantai Rajek Wesi, masih hujan deras dan kabut disekitaran pantai. Sang langitpun seakan marah menumpahkan hujan yang deras yang tiada habisnya, kurang lebih setengah jam menunggu cuaca cerah di bawah tanaman mangrove raksasa hujanpun reda – langitpun cerah…horeee kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan momen momen kebersamaan di Pantai Rajek Wesi.

Pasir pantai di selatan Taman Nasional Meru Betiri berwarna coklat akibat endapan lumpur yang dibawa oleh sungai-sungai yang meluap pada saat banjir. Di pantai ini Anda bisa berwisata bahari seperti berenang, mengamati satwa dan tumbuhan, juga wisata budaya dengan mengunjungi desa nelayan tradisional.

TELUK HIJAU (SEBUAH KERESAHAN ANTARA LELAH DAN FRUSTASI)

Jika pertamakali menjejakkan kaki di Bumi Meru Betiri, jangan pernah menanyakan berapa lama kita akan sampai?? Kurang berapa jam lagi?? Masih kurang berapa lama lagi?? Karena lama tidaknya perjalanan tergantung pada ketahanan fisik dan mental anda dalam melibas setiap jalan tanjakan yang berupa jalan tanah dan bebatuan sebesar kepala bayi. Jalan tanah yang licin dan batu jalan yang mudah lepas menjadi poin kesulitan tersendiri bagi Team dalam melibas jalanan, kendaraanpun harus berjalan dengan perlahan sembari berhati hati karena resiko terjatuh bisa fatal akibatnya; mengingat di sebelah kiri parit irigasi hujan dan berdiri tegak tebing gunung sedangkan disebelah kanan jurang yang dalam, dan kondisi trek menanjak dan berkelok.

Teluk Hijau adalah sebuah laut kecil yang menjorok kedalam daratan dan dikelilingi oleh deretan pegunungan hijau membentang. Dan air di Teluk Hijau ini memang berwarna hijau bila dipandang dari kejauhan. Teluk Hijau merupakan pertemuan antara hilir sungai dengan lautan, pertemuan antara air tawar dan air laut, terkadang jika kita beruntung kita bisa menemukan beberapa satwa yang tengah minum disana. Aktivitas menjelajahi hutan, wisata bahari, dan berenang bisa menjadi pilihan aktivitas utama anda dan dijamin  keindahan alamnya jelas akan membuai anda jatuh ke dalam pelukan penuh kedamaian alam semesta.

Disekitaran Teluk Hijau terdapat taman bunga Raflesia Arnoldi dan Goa Jepang (bekas peninggalan Jepang) namun diperlukan eksplorasi yang mendalam untuk menemukan lokasi keduanya.

APPPAA?? KITA MENYEBERANG SUNGAI LAGI!!

Kita masih separuh perjalanan sobat!! Team pun menyusuri kembali kelebatan hutan tropis Meru Betiri menuju Pantai Sukamade, kurang lebih setengah jam dari Teluk Hijau kamipun bertemu dengan Petugas  Jagawana TN Meru Betiri yang mengendarai Ford Ranger; mereka mengingatkan supaya Team berhati hati, nanti sebelum Jembatan Putus mengikuti jalan motor ke kiri dan menaiki rakit menuju Pantai Sukamade mengingat kondisi sungai lagi pasang dan arus bertambah deras jadi disarankan tidak menyeberang menggunakan sepeda motor.

Perjalananpun dilanjutkan dengan rasa tabah, tak berapa lama kamipun tiba di Pos Pantau Taman Nasional Meru Betiri. Kami mencatatkan diri dan meminta ijin untuk menginap di Pantai Sukamade. Petugaspun mengijinkan dan mengarahkan kami dengan ramah sampai kami merasa jelas dengan jalur yang akan kami lalui.

Berjalan dengan kecepatan sedang melewati celah celah tumbuhan perdu yang tumbuh subur, kamipun mengikuti saran dari Petugas Jagawana untuk mengambil jalur sepeda motor. Dan akhirnya kamipun tiba di bibir sungai dan disana sudah ada penduduk setempat yang siap menyeberangkan kami dengan rakitnya menuju Pantai Sukamade.

Rakit

Dengan membayar Rp. 5.000,- per orang kamipun dengan tegang menaiki rakit yang akan membawa kami menuju desa seberang. Selain arus sungai yang deras, kondisi rakit yang alakadarnya sempat membersitkan keraguan apakah kami dan sepeda motor kami bisa sampai dengan selamat di desa seberang. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa menyeberang dengan selamat sampai di Desa Seberang Sungai.

Bersantai sejenak melepas ketegangan, kami pun segera beranjak melanjutkan perjalanan mengingat menuju Pantai Sukamade masih sekitar 5 Km lagi dengan kondisi jalan hancur.

Kurang lebih setengah jam perjalanan kamipun tiba di Pantai Sukamade…. Huh nikmatnya berpetualang hampir seharian!! Kamipun segera memesan kamar penginapan untuk istirahat dan mandi, mengingat hari sudah mulai senja dan kamipun tidak ingin kehilangan momen Sunset Sukamade. Harga penginapan disini Rp. 100 ribu per kamar dengan jumlah kamar yang besar dan diperbolehkan dihuni oleh beberapa orang, free tidak ada tambahan charge!!

Setelah rehat sejenak dan membersihkan diri kurang lebih 1 jam, kini saatnya kami berburu Sunset di Pantai Sukamade.

Kamipun berjalan kaki menyusuri hutan kurang lebih 2 Km menuju Pantai Sukamade, jarak antara penginapan dan bibir pantai tidak terlalu jauh. Sekitar 10 menit berjalan kaki kamipun sampai di bibir pantai, Subhanallah…sesampainya di bibir pantai kamipun disambut oleh langit merah Sunset Pantai Sukamade.

PANTAI SUKAMADE

Di Pantai Sukamade dibangun beberapa fasilitas sederhana untuk pengembangbiakan penyu. Taman ini juga merupakan tempat perlindungan harimau jawa yang langka dan mulai punah.

Taman ini terletak di salah satu daerah yang paling terpencil di Indonesia sehingga aksesnya termasuk sulit, bahkan pengunjung terpaksa menggunakan mobil 4WD. Letaknya yang terpencil membuat hutan ini jarang dikunjungi sehingga menjadi alasan mengapa hutan ini menjadi surga belantara yang belum terjamah keindahannya.

Taman Nasional Meru Betiri menawarkan pemandangan dan fenomena alam yang luar biasa; dan tentunya menjadi sebuah pengalaman riding dan berpetualangan yang luar biasa pula. Ketahanan fisik, mental dan ketahanan kendaraan benar benar diuji secara maksimal.

Pepohonan dan satwa liar yang menjadikan hutan ini sebagai rumah dan habitat mereka akan menjadi atraksi yang menarik sekaligus menimbulkan kesan pengalaman positif bagi Anda. Menuju hutan ini membutuhkan stamina dan mental yang kuat, namun keletihan ini akan terbayar lunas dengan pemandangan yang sangat spektakuler dan udara hutan yang khas menyejukan kulit, hati dan pikiran anda. Pengalaman ini tentunya akan sulit anda rasakan dan temukan di tempat lain di planet ini.

Biarkan motor dan nyali yang bicara

Aseeekkkk….

Terimakasih untuk Team Prides Chapter Sidoarjo a.k.a Peterson, Team Suzuki 2 Wheels Region Surabaya dan Team Prides Chapter Banyuwangi a.k.a Pawang. Dan Om Ary Pibo Yuardiwanta yang sudah berkenan untuk ikutan dan bersedia menjadi Road Captain untuk Event Touring kali ini… It’s a long way run to Meru Betiri National Park

Share